Senin, 06 Juli 2015

Menentukan Kebutuhan Kalori Basal

Dalam kehidupan sehari hari, seringkali banyak orang tidak mengetahui kebutuhan energy yang ia butuhkan. Ketidaktahuan ini tentu saja menyebabkan seseorang tidak dapat menentukan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuhnnya, dan tentu saja bila konsumsi yang dilakukan melebihi kebutuhan maka akan dapat menyebabkan seseorang mengalami obesitas dan bila kekurangan dapat menyebabkan seseorang berpotensi terkena gizi buruk.
            Untuk dapat mengetahui seberapa besar kebutuhan energy yang tubuh kita perlukan maka kita dapat melakukan beberapa pengukuran, yakni dengan mengetahui tinggi badan, umur, dan aktivitas yang kita kerjakan. Mula-mula kita perlu menghitung berat badan ideal(BBI), caranya adalah bagi pria dengan tinggi <160cm dan wanita <150cm, BBI = (tinggi badan(cm)-100)x1kg, dan bagi mereka yang diatas nilai tersebut BBI=0.9x(tinggi badan(cm)-100)x1kg. Setelah mengetahui BBI kita akan mencari nilai kebutuhan kalori basal.

            Kebutuhan kalori basal dihitung berbeda antara laki-laki dengan perempuan. Bagi laki-laki kebutuhan kalori basal (KKB) = BBI x 30 kkal, sedangkan bagi perempuan KKB=BBIx25 kkal. Selanjutnya kita tambahkan nilai yang diperoleh dengan aktivitas keseharian kita. Pada umumnya aktivitas dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu aktivitas ringan (10-30%) seperti menyetir dan membaca, sedang (20-30%) seperti bersepeda dan berkebun, dan berat(40-50%) seperti kegiatan atletik dan panjat tebing.

            Nilai yang didapat dikurangi dengan koreksi yang dibari berdasarkan umur dan kondisi berat badan kita saat ini. Untuk usia 40-59 tahun koreksinya = -5%, 60-69 tahun= -10%, >70 tahun = -20%, berat badan lebih= -20%, berat badan kurang = +20%, stress dan infeksi= +30%. Setelah nilai semuanya dijumlahkan maka nilai yang didapat adalah kebutuhan yang kita perlukan perhari. Kita dapat menyesuaikan kebutuhan tersebut dengan table daftar komposisi bahan makanan dan table ukuran rumah tangga.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar