Dalam kehidupan sehari hari, seringkali banyak orang
tidak mengetahui kebutuhan energy yang ia butuhkan. Ketidaktahuan ini tentu
saja menyebabkan seseorang tidak dapat menentukan pola makan yang sesuai dengan
kebutuhan tubuhnnya, dan tentu saja bila konsumsi yang dilakukan melebihi
kebutuhan maka akan dapat menyebabkan seseorang mengalami obesitas dan bila
kekurangan dapat menyebabkan seseorang berpotensi terkena gizi buruk.
Untuk
dapat mengetahui seberapa besar kebutuhan energy yang tubuh kita perlukan maka
kita dapat melakukan beberapa pengukuran, yakni dengan mengetahui tinggi badan,
umur, dan aktivitas yang kita kerjakan. Mula-mula kita perlu menghitung berat
badan ideal(BBI), caranya adalah bagi pria dengan tinggi <160cm dan wanita
<150cm, BBI = (tinggi badan(cm)-100)x1kg, dan bagi mereka yang diatas nilai
tersebut BBI=0.9x(tinggi badan(cm)-100)x1kg. Setelah mengetahui BBI kita akan
mencari nilai kebutuhan kalori basal.
Kebutuhan
kalori basal dihitung berbeda antara laki-laki dengan perempuan. Bagi laki-laki
kebutuhan kalori basal (KKB) = BBI x 30 kkal, sedangkan bagi perempuan KKB=BBIx25
kkal. Selanjutnya kita tambahkan nilai yang diperoleh dengan aktivitas
keseharian kita. Pada umumnya aktivitas dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu
aktivitas ringan (10-30%) seperti menyetir dan membaca, sedang (20-30%) seperti
bersepeda dan berkebun, dan berat(40-50%) seperti kegiatan atletik dan panjat
tebing.
Nilai
yang didapat dikurangi dengan koreksi yang dibari berdasarkan umur dan kondisi
berat badan kita saat ini. Untuk usia 40-59 tahun koreksinya = -5%, 60-69
tahun= -10%, >70 tahun = -20%, berat badan lebih= -20%, berat badan kurang =
+20%, stress dan infeksi= +30%. Setelah nilai semuanya dijumlahkan maka nilai
yang didapat adalah kebutuhan yang kita perlukan perhari. Kita dapat
menyesuaikan kebutuhan tersebut dengan table daftar komposisi bahan makanan dan
table ukuran rumah tangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar