Salah satu penyebab mengapa sel kanker sulit untuk
dibasmi oleh system tubuh kita sendiri adalah
karena kemampuannya untuk
menghindari kematian maupun penuaan. Kemampuan ini dimiliki akibat adanya mutasi
pada sel kanker sehingga kemampuan seperti ini tidak akan dimiliki oleh sel
normal. Apoptosis adalah kematian sel terprogram, sedangkan penuaan sel terjadi
bersama dengan hilangnya kemampuan proliferasi sel, biasanya sel normal akan
kehilangan kemampuan proliferasi setelah 60-70 kali membelah.
Seperti
yang telah disinggung sebelumnya, sel normal akan mengalami kematian dan hal
ini dapat terjadi secara ekstrinsik maupun intrinsik. Maksud dari ekstrinsik
ataupun intrinsik tergantung dari mana penyebab pemicu apoptosis apakah dari
dalam atau luar sel. Secara ektrinsik sel mempunyai reseptor di membrane sel
yang disebut Fas. Bila ada sinyal (Fas-l) yang berikatan dengan reseptornya
(Fas) akan memicu aktivasi kaspase 8,
kaspase 8 akan mengaktifkan kaspase 3. Kaspase 3 adalah komponen efektor bagi
apoptosis.
Pada sel kanker terjadi
pengurangan reseptor Fas, sehingga
mengurangi kepekaan sel terhadap apoptosis. Secara intrinsic, sel normal
memiliki TP53. TP53 ini mampu mengetahui jika adanya banyak kerusakan DNA dan
TP53 ini akan memicu aktivasi BAX,BID, BAD pada mitokondria, ketiga komponen
itu mampu mengeluarkan sitokrom c dari mitokondria. Setelah keluar sitokrom c
akan berikatan dengan APAF 1 sehingga memicu aktifasi kaspase 9, kaspase 9 akan
memicu kaspase 3. Pada sel kanker terjadi kehilangan TP53 ataupun APAF 1.
Sebelumnya telah
dibahas bahwa setelah membelah sebanyak 60-70 kali sel akan kehilangan
kemampuan proliferasinya dan mengalami penuaan dan mati. Hal ini terjadi karena
adanya pemendekan telomere setiap kali membelah. Sel kanker dapat mengaktifkan
enzim telomerase yang dapat mempertahankan panjang telomere. Umumnya telomerase
ini aktif pada sel bakal dan terinaktivasi pada sel matur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar