Senin, 06 Juli 2015

Hipersensitifitas

Dalam kehidupan sehari-hari kasus hipersensitifitas banyak terjadi di sekitar kita, hanya saja masyarakat sering hanya menganggap bahwa hipersensitifitas hanya berupa alergi. Secara umum hipersensitifitas didefinisikan sebagai peningkatan sensitifitas terhadap antigen yang pernah terpajan sebelumnya. Hipersensitifitas dikelompokkan kedalam dua kelompok besar. Pembagian dibagi berdasarkan waktu dan pembagian gell&coombs.
            Menurut waktunya hipersensitifitas dibagi menjadi hipersensitifitas cepat, hipersensitifitas intermediet, hipersensitifitas lambat. Sedangkan berdasarkan gell & coombs, hipersensitifitas dibagi menjadi hipersensitifitas tipe I, hipersensitifitas tipe II, hipersensitifitas tipe III, dan hipersensitifitas tipe IV. Hipersensitifitas tipe I terjadi akibat adanya ikatan antara allergen dengan Ig E. tipe ini terbagi atas 3 fase, yakni fase sensitasi ( pembuatan antibody ), fase aktivasi ( pelepasan mediator kimiawi ) dan fase efektor ( munculnya manifestasi klinis akibat mediator kimiawi ).

            Hipersensitifitas tipe II terjadi karena ikatan allergen dengan antibody Ig G ataupun Ig M. ikatan antara kompleks ini akan memicu aktifasi komplemen. Komplemen yang dihasilkan akan menyebabkan sel-sel lisis. Contoh dari reaksi ini adalah reaksi transfuse, anemia hemolitik autoimun, reaksi rhesus. Hipersensitifitas tipe III terjadi karena kesulitan saat pemfagositan ikatan antigen-antibodi. Seharusnya ikatan ini akan difagosit untuk mencegah aktivasi makrofag yang berlebihan.

            Karena sulit dimusnahkan maka makrofag yang teraktifasi menjadi berlebihan sehingga menyebabkan kerusakan jaringan. Hipersensitifitas tipe IV terjadi karena adanya aktivitas sel T. sel Th akan mengaktifkan makrofag, makrofag  yang diaktifasi berlebihan akan menimbulkan kerusakan jaringan, contohnya adalah reaksi dermatitis kontak. Pengobatan biasanya diberikan epinefrin dan steroid pada kondisi gawat-darurat dan antihistamin diberikan pada kondisi ringan yang mana obat-obat ini akan menghambat pelepasan atau perikatan histamine dengan reseptornya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar